Selasa, 22 Desember 2020

Ketidakmerataan Pendidikan Yang Berkualitas

 Saat ini seluruh dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 termasuk di Indonesia. Sudah hampir 10 bulan Indonesia dilanda Virus Covid-19 dan kasusnya pun semakin meningkat setiap harinya. Hampir semua elemen masyarakat dihimbau untuk dirumah termasuk sekolah dan bekerjapun semuanya dilakukan dirumah terkecuali bagi mereka yang kegiatannya tidak bisa dilakukan didalam rumah. Hal ini ditujukan agar kasus Covid-19 ini menurun, karena hal inilah terjadi perubahan perubahan khususnya dalam bidang pendidikan. 

 Pendidikan saat ini menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh, dimana anak tidak perlu lagi belajar bersama disekolah dan hanya cukup belajar menggunakan handphone dan dilakukan melalui media online seperti Google Classroom, E-learning atau sejenisnya, peserta didik saat ini sangat terbantu oleh adanya teknologi khususnya didalam bidang pendidikan.




   Akan tetapi berbeda jika kita melihat ke sisi yang lain yang sangat bertolak belakang seperti melihat kondisi pendidikan di Nusantara yang berada didaerah daerah terpencil banyak sekali ketidakmerataan pendidikan. Seperti halnya kondisi sekolah yang kurang layak, belum menguasai adanya teknologi dan sebagainya. Padahal didalamnya terdapat banyak sekali peserta didik yang bersemangat untuk menuntut ilmu namun karena keterbelakangan akses membuat mereka sulit untuk mencapai cita cita. Dan mereka pun akan tertinggal oleh peserta didik yang mengenyam pendidikan di kota yang pendidikannya lebih maju. Maka dari itu permasalahan kualitas pendidikan saat ini yaitu jumlah guru yang belum merata, kualitas guru dan keterbatasan akses seperti misalnya yang berada didaerah terpencil yang sering terjadi arus urbanisasi agar dapat mengenyam ilmu yang lebih baik diperkotaan. Dalam hal ini, pemerintah dinilai kurang berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan ini sehingga menjadi masalah yang serius karena sampai saat ini belum ada penyelesaian secara efektif. Tanpa adanya bantuan dan peran dari pemerintah maka problematika ini tidak akan menemukan jalan keluar jika pemerintah masih pasif dalam permasalahan ini.

  Solusi yang dapat saya berikan yang pertama sistem pemerintahan harus dibenahi terlebih dahulu pembenahan pendidikan dalam hal pemerataan sangat penting untuk mewujudkan kualitas pendidikan disemua daerah, pemerintah harus lebih perduli dan menangani masalah ini dengan serius khususnya untuk pendidikan yang berada didaerah daerah terpencil, adanya alokasi dana untuk pendidikan pada daerah agar lebih merata sehingga membuat keadaan pendidikan diseluruh Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi, kemudian orangtuapun harus mendukung anaknya untuk menuntut ilmu karena tidak seharusnya pada usia dibawah umur anak sudah bekerja boleh boleh saja membantu orangtua dengan cara bekerja akan tetapi tidak menganggu aktivitas sekolah. Kita juga bisa membantu meningkatkan pendidikan di Indonesia dengan cara menyumbang baik berupa materill dan non materiil dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya pendidikan untuk membangkitkan semangat peserta didik yang ada dipelosok daerah untuk tetap mengenyam bangku sekolah.

 Semoga pendidikan di Indonesia terutama didaerah daerah terpencil menjadi lebih merata dan berkembang sehingga sama sama berkualitas dengan pendidikan yang ada di perkotaan agar semakin meningkat sumber daya manusia yang berpendidikan karena pendidikan merupakan modal dasar untuk kemajuan suatu bangsa, dengan demikian Indonesia akan jauh lebih maju dari segi Intelektualnya.

Kamis, 18 Juni 2020

Memupuk Nilai dan Moralitas Peserta Didik Selama Belajar Dirumah Disaat Pandemi



(Data ini diambil pada tanggal 18 Juni 2020


Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Awal munculnya virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke hampir semua belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru, hingga kematian.

Penularan yang sangat cepat dan susahnya mendeteksi virus ini membuat seluruh masyarakat menjadi khawatir. Penularan lewat sesama manusia membuat sulit diprediksi karena aktivitas sosial yang tidak mudah untuk dihindari merupakan alasan penyebab terbesar penularan dari virus ini.

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap Covid-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit melainkan harus karantina mandiri selama 14 hari dengan tetap #dirumahaja.

Tidak seperti Negara-negara lain, yang negaranya segera mengambil status lockdown Indonesia justru mengambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Kebijakan lainnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah Social Distancing dan Physical Distancing, membatasi interaksi sosial dengan orang lain, Jaga jarak jika bertemu dengan orang lain, selalu menggunakan masker, mengurangi kegiatan di luar rumah dan tetap #dirumahaja.

Kebijakan ini membawa dampak yang sangat besar di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya dan yang lainnya. Dan yang mendapat pengaruh terbesar adalah bidang ekonomi, karena dampak ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dengan perekonomian kelas bawah saja, tapi seluruh lapisan di masyarakat. Dan ini menyebabkan laju perekonomian terhambat, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh penjuru dunia. 

Bidang yang juga terkena imbas dari munculnya virus ini adalah bidang pendidikan. Kementerian di berbagai Negara telah mengambil langkah di setiap sekolah/universitas untuk melakukan pembelajaran melalui daring. Semua proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) digantikan oleh daring.

Pembelajaran daring ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus melalui interaksi langsung di antara banyak orang. Peralihan proses pembelajaran yang dulunya melalui tatap muka dikelas beralih menjadi online tentunya memaksa semua pihak untuk mengikutinya supaya sistem pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Namun ternyata, sistem ini tidak berjalan efektif , seluruh pihak mengalami kesulitan, seperti siswa, orang tua, dan guru.

Mencetak manusia unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah melainkan juga keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Masa pandemi Covid-19, banyak keluarga yang cenderung tidak siap menjadi ”guru” bagi anak-anaknya. 

Dari seluruh lapisan masyarakat tidak semuanya yang bisa menggunakan gadget/teknologi saat ini, tetapi masih ada yang dalam tahap adaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini, apalagi masyarakat yang ada di desa sangat susah untuk mempelajarinya lagi terutama guru, masih banyak guru-guru senior yang mungkin kurang mengerti teknologi yg menyebabkan ketidakefektifannya pembelajaran daring ini.

Sejauh ini, kurangnya pendampingan karakter yang serius dari orangtua yang berakibat pada mental anak. Sebagian orangtua memiliki kesadaran tentang pendidikan karakter anak di rumah. Tapi, sebagian orangtua ada yg membiarkan anak-anak tumbuh dan belajar sendirian tanpa didampingi. Krisis inilah yang dihadapi bersama saat ini yaitu kurangnya keteladanan dan pendampingan orangtua. 

Masalah lain adalah jaringan internet dan biaya kuota internet. Di Indonesia, khususnya di Karawang masih banyak daerah yang kurang akses internetnya, sehingga para mahasiswa yang rumahnya di wilayah ini akan merasa kesulitan dalam mengikuti kuliah daring. 

Dampak selanjutnya itu akibat covid-19 ini pemerintah akhirnya membuat kebijakan untuk Tahun ini tidak ada Ujian Nasional bagi siswa SMA, SMP, dan SD. Kebijakan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Disamping itu, Ujian Nasional sudah bukan lagi penentu untuk kelulusan, tetapi saat ini memakai sistem nilai rapor mulai dari semester satu hingga semester akhir ditambah dengan nilai Ujian Sekolah yang diadakan oleh sekolah.

Eitssss tapi ada Dampak positif nya juga loh, Melalui pembelajaran daring ini, seluruh pihak mempelajari teknologi dan masyarakat sedikit demi sedikit akan mulai mempersiapkan diri menghadapi Revolusi 4.0 yang akan kita hadapi.

Dan covid-19 ini mengajak seluruh orangtua merasakan bagaimana rasanya menjadi guru disekolah. Tenaga pendidik yang selama ini selalu menjadi sorotan, pendidik yang selalu dinilai salah mendidik.

Nilai karakter mulai dari bersikap, berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap bangga akan budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan bangsa, rela berkorban, cinta tanah air, menjaga lingkungan, disiplin bertoleransi dalam budaya, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Di sinilah peserta didik dapat mengaplikasikan sikap peduli terhadap sesama selama pandemi Covid-19.

Pandemi ini ternyata sebuah anugerah, jika kita berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Karena Covid-19 ini setidaknya kita bisa menjalin kembali sekat yg hampir putus antara orangtua dan anak. Dan Covid-19 ini mengajak seluruh orangtua merasakan bagaimana rasanya menjadi guru disekolah. Tenaga pendidik yang selama ini selalu menjadi sorotan, pendidik yang selalu dinilai salah mendidik. Tetapi yang terpenting ternyata menjadi guru, pendidik, pengajar atau apapun itu, merupakan tugas berat. Semoga para orang tua mulai memahami itu.

Semoga kegiatan belajar dan mengajar dari rumah dapat memupuk nilai dan moral yg sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.

Sabtu, 21 April 2018

[CERITA] Pengalaman kena cacar

Hai hai !! 
Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman kena cacar, dan aku baru pertama kali [ katanyasih sekali seumur hidup ] jadi yaa wajarlah ya kalo kaget wkwk
Okeee langsung aja yuuu..


Cacar air adalah  adalah infeksi virus pada kulit dan membran mukosa, yang menyebabkan lenting pada seluruh tubuh dan wajah. Penyakit cacar air, atau biasa disebut chickenpox (varisela)ini , dapat menular ke orang yang belum pernah menderita cacar air atau belum pernah menerima vaksin cacar air.
Penyebabnya yaitu virus herpes yang disebut dengan virus varicella-zoster. Virus ini menyebabkan cacar air pada anak-anak dan shingles (herpes zoster) saat dewasa. Shingles lebih terasa nyeri dan dapat mengakibatkan komplikasi yang berat.
Untuk informasi mengenai cacar yg lebih lengkapnya bisa klik disini

Dan ini adalah pengalaman aku kena cacar,
pada saat itu 8April2017

{maaf ga foto per-hari karna waktu itu gapegang hape krna stres} wkwk

aku positif terkena virus cacar ..
aku merasa bagaikan monster yg hidup
aku takut
aku merasa jijik terhadap diriku sendiri
aku putus asa , aku takut kalau nanti teman temanku bahkan gamau menyentuh aku karna kondisi aku yg seperti ini..
Awalnya bentol bentol ini muncul pada tangan kanan dan punggung ku , keesokan harinya muncul banyak sekali disekujur tubuhku

Emangsih waktu itu sebelum kejadian ini aku sempet main sama sodara yg habis kena cacar, aku pikir ini ganular karna aku main cuma sebentar doangg. Tapi pas Searching ternyata cacar ini bisa menular kalau imunitas orng yg dekat dengan penderita cacar ini menurun. [ berarti imunitas aku waktu itu lagi rendah ]

selang 1minggu
aku sama sekali tidak merasakan demam atau gejala yg aneh sebelumnya,
hanya bentol dan aku pikir itu bentol biasa ternyata seperti bentol yg isinya cairan tapi tidak gatal
dan mamaku juga tidak tau kalau itu cacar, setelah itu mengering muncul deh bintik bintik beserta matanya dan akhirnyaa cacar juga😂
Kaget !!
bangun tidur makin banyak, kalo jalan juga sakit karna si cacar ini ada juga ditelapak, kalo tiduran pun sebenernya sakit karna dipunggung banyak bangett, tapi Allhamdulilah diwajah hanya sedikit.


aku bagai di asingkan ..
tidak boleh keluar rumah
tidak boleh makan ini itu
tidak boleh menggaruknya pdhl gatal sekali
dan satu hal yg paling tragis, Aku tidak boleh terkena air atau mandi.
menurut dokter boleh mandi tp menurut masyarakat yang ada disekitar ,haram hukumnya bila mandi katanyasih keringnya agak lama , Okeeee mamaku nurut apa kata dokter , aku disarankan mandi
sekujur tubuhku penuh dengan bedak
aku disarankan minum obat 3kali sehari dan mengoleskan salep virus cacar

Obat yang aku pakai pada saat itu:
- salep Acyclovir
-  dexteem plus [ agar tidak gatal ]
- bedak salycil
- PK [ semacam bubuk, yg dicampurkan air untuk mandi. Airnya berubah warna unguu ]
- Sabun antiseptik [buat mandi]

Tips :
-Jangan dikelupas ya sebelum dia ngelupas sendiri, nanti kalo dikelupas paksa, dia bakal ada bekasnya.
-Jangan digaruk, nanti luka dan menimbulkan bekas.
-Mandi !! Karna cacar itu semacam virus, emang mauu kalo 5hr berturut turut gamandi berarti virus itu berkembang biak dibadan kamu. Mandi aja seperti biasa 2kali sehari
-Jangan makan yg amis amis contohnya Ayam, nanti gatal [ ini kata mamaku ]
-Yang terakhir, Sabar. Penyakit ini harus dihadapi dengan kesabaran😂

peristiwa ini terjadi kuranglebih 5hr , singkat memang tp amat sangat lama bagiku.

And then , goodbye cacar😊
terimakasih, karnamu aku jadi tau kalau menjaga kebersihan tubuh itu sangat penting !!

Ketidakmerataan Pendidikan Yang Berkualitas

 Saat ini seluruh dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 termasuk di Indonesia. Sudah hampir 10 bulan Indonesia dilanda Virus  Covid-19  d...