(Data ini diambil pada tanggal 18 Juni 2020
Sumber : https://covid19.kemkes.go.id)
Covid-19 (Corona Virus Disease 2019). Awal munculnya virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke hampir semua belahan dunia, termasuk Indonesia. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru, hingga kematian.
Penularan yang sangat cepat dan susahnya mendeteksi virus ini membuat seluruh masyarakat menjadi khawatir. Penularan lewat sesama manusia membuat sulit diprediksi karena aktivitas sosial yang tidak mudah untuk dihindari merupakan alasan penyebab terbesar penularan dari virus ini.
Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap Covid-19. Sebagian besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit melainkan harus karantina mandiri selama 14 hari dengan tetap #dirumahaja.
Tidak seperti Negara-negara lain, yang negaranya segera mengambil status lockdown Indonesia justru mengambil kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Kebijakan lainnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah Social Distancing dan Physical Distancing, membatasi interaksi sosial dengan orang lain, Jaga jarak jika bertemu dengan orang lain, selalu menggunakan masker, mengurangi kegiatan di luar rumah dan tetap #dirumahaja.
Kebijakan ini membawa dampak yang sangat besar di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya dan yang lainnya. Dan yang mendapat pengaruh terbesar adalah bidang ekonomi, karena dampak ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dengan perekonomian kelas bawah saja, tapi seluruh lapisan di masyarakat. Dan ini menyebabkan laju perekonomian terhambat, tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh penjuru dunia.
Bidang yang juga terkena imbas dari munculnya virus ini adalah bidang pendidikan. Kementerian di berbagai Negara telah mengambil langkah di setiap sekolah/universitas untuk melakukan pembelajaran melalui daring. Semua proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) digantikan oleh daring.
Pembelajaran daring ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus melalui interaksi langsung di antara banyak orang. Peralihan proses pembelajaran yang dulunya melalui tatap muka dikelas beralih menjadi online tentunya memaksa semua pihak untuk mengikutinya supaya sistem pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Namun ternyata, sistem ini tidak berjalan efektif , seluruh pihak mengalami kesulitan, seperti siswa, orang tua, dan guru.
Mencetak manusia unggul bukan hanya tanggung jawab sekolah melainkan juga keluarga dan masyarakat secara menyeluruh. Masa pandemi Covid-19, banyak keluarga yang cenderung tidak siap menjadi ”guru” bagi anak-anaknya.
Dari seluruh lapisan masyarakat tidak semuanya yang bisa menggunakan gadget/teknologi saat ini, tetapi masih ada yang dalam tahap adaptasi dengan kemajuan teknologi saat ini, apalagi masyarakat yang ada di desa sangat susah untuk mempelajarinya lagi terutama guru, masih banyak guru-guru senior yang mungkin kurang mengerti teknologi yg menyebabkan ketidakefektifannya pembelajaran daring ini.
Sejauh ini, kurangnya pendampingan karakter yang serius dari orangtua yang berakibat pada mental anak. Sebagian orangtua memiliki kesadaran tentang pendidikan karakter anak di rumah. Tapi, sebagian orangtua ada yg membiarkan anak-anak tumbuh dan belajar sendirian tanpa didampingi. Krisis inilah yang dihadapi bersama saat ini yaitu kurangnya keteladanan dan pendampingan orangtua.
Sejauh ini, kurangnya pendampingan karakter yang serius dari orangtua yang berakibat pada mental anak. Sebagian orangtua memiliki kesadaran tentang pendidikan karakter anak di rumah. Tapi, sebagian orangtua ada yg membiarkan anak-anak tumbuh dan belajar sendirian tanpa didampingi. Krisis inilah yang dihadapi bersama saat ini yaitu kurangnya keteladanan dan pendampingan orangtua.
Masalah lain adalah jaringan internet dan biaya kuota internet. Di Indonesia, khususnya di Karawang masih banyak daerah yang kurang akses internetnya, sehingga para mahasiswa yang rumahnya di wilayah ini akan merasa kesulitan dalam mengikuti kuliah daring.
Dampak selanjutnya itu akibat covid-19 ini pemerintah akhirnya membuat kebijakan untuk Tahun ini tidak ada Ujian Nasional bagi siswa SMA, SMP, dan SD. Kebijakan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Disamping itu, Ujian Nasional sudah bukan lagi penentu untuk kelulusan, tetapi saat ini memakai sistem nilai rapor mulai dari semester satu hingga semester akhir ditambah dengan nilai Ujian Sekolah yang diadakan oleh sekolah.
Eitssss tapi ada Dampak positif nya juga loh, Melalui pembelajaran daring ini, seluruh pihak mempelajari teknologi dan masyarakat sedikit demi sedikit akan mulai mempersiapkan diri menghadapi Revolusi 4.0 yang akan kita hadapi.
Dan covid-19 ini mengajak seluruh orangtua merasakan bagaimana rasanya menjadi guru disekolah. Tenaga pendidik yang selama ini selalu menjadi sorotan, pendidik yang selalu dinilai salah mendidik.
Nilai karakter mulai dari bersikap, berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Sikap nasionalis ditunjukkan melalui sikap bangga akan budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan bangsa, rela berkorban, cinta tanah air, menjaga lingkungan, disiplin bertoleransi dalam budaya, suku, agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Di sinilah peserta didik dapat mengaplikasikan sikap peduli terhadap sesama selama pandemi Covid-19.
Pandemi ini ternyata sebuah anugerah, jika kita berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Karena Covid-19 ini setidaknya kita bisa menjalin kembali sekat yg hampir putus antara orangtua dan anak. Dan Covid-19 ini mengajak seluruh orangtua merasakan bagaimana rasanya menjadi guru disekolah. Tenaga pendidik yang selama ini selalu menjadi sorotan, pendidik yang selalu dinilai salah mendidik. Tetapi yang terpenting ternyata menjadi guru, pendidik, pengajar atau apapun itu, merupakan tugas berat. Semoga para orang tua mulai memahami itu.
Semoga kegiatan belajar dan mengajar dari rumah dapat memupuk nilai dan moral yg sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.
Semoga kegiatan belajar dan mengajar dari rumah dapat memupuk nilai dan moral yg sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan melakukan banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya.
